Kanker Pada Mulut Rahim

Human papilloma virus (HPV) merupakan salah satu virus pemicu terjadinya kanker pada mulut rahim. Virus HPV ini terjangkit pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok, akrena zat nikotin yang terdapat pada tembakau dapat mempengaruhi selaput lendir dalam tubuh dan selaput lendir mulut rahim yang menyebabkan rentan pada sel kanker. Wanita yang mengidap penyakit kanker biasaya berusia produktif yang sering berganti pasangan seksual, menikah di usia yang sangat muda dan banyak melahirkan. Pengobatan atau terapi kanker pada mulut rahim biasanya dilakukan dengan operasi, radiasi dan kemoterapi. Dilakukan sesuai stadium kanker yang dialami pasien dan disertai pertimbangan dan resiko bagi pasien.

Gejala kanker pada mulut rahim tidak terlalu dapat diketahui, karena pada tahap dysplasia sampai stadium I, tidak aka nada keluhan apapun. Kemudian pada stadium IA-3B akan terjadi kelihan dan pada stadium 4B sel kanker akan menjalar ke paru-paru dan otak. Sampai saat ini kianker mulut rahim belum ditemukan obatnya, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan cara pola hidup yang sehat dan jangan sampai berganti-ganti pasangan seksual.  Biasanya pada pencegahan penyakit kanker pada mulut rahim dapat diobati dengan vaksin profilaksis (pencegahan) akan bekerja dengan efisien bila vaksin tersebut diberikan sebelum individu terpapar infeksi HPV. Imunisasi diberikan untuk melakukan perlindungan terhadap sejumlah besar penyakit yang dihasilkan oleh infeksi virus tersebut. Target populasi dari imunisasi ini adalah wanita sebelum masa puber dan usia remaja. Hal ini disebabkan karena pada suai-usia tersebut dimulainya aktivitas seksual seseorang. Selain itu, jika vaksin diberikan pada usia tersebut, maka respons kekebalan tubuh yang dihasilkan akan lebih besar dibandingkan dengan jika diberikan setelah pubertas, baik pada wanita maupun pada pria.

Vaksinasi secara teratur untuk mencegah penyakit kanker pada mulut rahim dilakukan secara rutin diberikannya untuk wanita usia 11-12 tahun dengan 3 dosis pemberian. Serial vaksin bisa dimulai saat wanita tersebur berusia 9 tahun. Selain itu juga pemberiannya direkomendasikan untuk diberikan pada wanita usia 13-26 tahun yang tidak mendapat pengulangan vaksin atau tidak mendapatkan vaksin secara lengkap.

Masa depan dari vaksin profilaksis HPV ini cukup menjanjikan, tetapi penerimaan seluruh populasi hetergenous dengan tingkat pendidikan yang berbeda akan tetap menjadi persoalan. Sebagai tambahan, tingginya pravalensi infeksi HPV mengindikasikan bahwa dibutuhkan beberapa decade untuk mencapai program imunisasi yang sukses dalam usaha untuk mengurangi insiden kanker serviks atau kanker pada mulut rahim.

 

Posted in Gejala Kanker Mulut Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Kanker Mulut Rahim

Keganasan atau kanker yang mematikan dapat terjadi juga pada sistem reproduksi, seperti ovarium dan rahim. Penyebab dari keduanya tidak diketahui pasti, tetapi kanker ovarium dikaitkan dengan proses ovulasi yang tidak pernah terhenti misal karena kehamilan atau minum pil kontarsepsi.

Tanda-tanda kanker ovarium biasanya tidak terjadi dan hanya muncul ketika tumor sudah membesar dan menyebar, sedangkan pada kanker rahim bisa terjadi perdarahan yang tidak wajar serta sering terasa nyeri atau kram pada perut bagian bawah. Penderita kanker ovarium mulai dari usia 35 tahun, sedangkan kanker rahim biasanya pada usia diatas 50 tahun.

Selain kedua kanker tersebut ada juga kanker serviks atau kanker leher rahim yang menyerang reproduksi dan dapat mengancam nyawa. Kanker ini paling banyak penderitanya dan menyerang perempuan muali dari usia 30 tahun. Berbeda dengan kanker lain yang penyebabnya tidak diketahui, hampir semua kanker serviks dikaitkan dengan infeksi HPV jenis tertentu yang dapat menyebabkan keganasan, meski tidak semua infeksi HPV berbahaya.

Posted in Gejala Kanker Mulut Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Mulut Rahim

Suatu penyakit tertentu selalu dihubungkan adanya riwayat penyakit yang diturunkan dari salah atau anggota keluarga atau gen orang tua yang paling bnayak dimiliki sang anak.

Untuk kanker mulut rahim atau kanker serviks sampai saat ini tidak ada faktor keturunan. Penyebab utama kanker mulut rahim ini adalah adanya infeksi virus human papilloma (HPV). Kanker serviks sampai saat ini menjadi salah satu kanker yang dapat di deteksi pada stadium pra kanker yakni dengan melakukan pemeriksaan pap smear yang cukup mudah dilakukan dan tidak menyakitkan.

Pap smears merupakan suatu test hasil usapan mulut rahim guna mendeteksi berbagai penyakit pada rahim wanita, khususnya kanker rahim. Manfaat dilakukannya pap smear adalah untuk mengetahui radang pada rahim dan tingkatan radangnya, adanya kelainan degeneratif pada rahim, serta ada tidaknya tanda keganasan kanker pada rahim. Selain itu dengan dilakukannya Pap’s test akan diketahui penyebab dari radang pada rahim baik oleh parasit, bakteri maupun jamur. Pap test juga digunakan untuk menetukan pola penanganan dan pengobatan penyakit yang tersebut.

Posted in Gejala Kanker Mulut Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Mulut Rahim

Kanker mulut rahim memang hanya menyerang bagian rahim wanita yang paling dalam. Organ intim wanita memang rentan dengan berbagai mikroorganisme, kuman, bakteri dan jamur dsb. Kanker mulut rahim juga menempati rangking tertinggi setelah kanker payudara yang sangat mematikan. Kasus terjadinya kanker yang menimpa wanita di Indonesia sudah cukup banyak hingga menyebabkan kematian.


Umumnya kanker mulut rahim tidak dirasakan gejala apapun atau perubahan yang terjadi pada organ reproduksi, namun gejala kanker baru akan dirasakan apabila kanker sudah memasuki stadium lanjut atau kronis, gejala kanker mulai menunjukkan gejala yang cukup menyakitkan bagi penderitanya.

Beberapa pemeriksaan dan pengobatan secara medis dalam menangani kanker mulut rahim ini dengan cara pap smear atau pemberian vaksin pada organ intim untuk mencegah perkembangan dari kanker rahim.

Pap smear merupakan pemeriksaan secara mikroskopik dari jaringan serviks uteri yang dapat mendeteksi sel-sel kanker. Kombinasi pap smear dan kolposkopi (peneropongan vagina) merupakan sarana diagnosis dalam mendeteksi kanker rahim secara dini.

Umumnya kanker mulut rahim ini terjadi pada wanita yang berusia diatas usia 45 tahun. Namun kini kanker mulut rahim ini tidak hanya terjadi pada mereka para wanita yang berusia 45 tahun saja, wanita dewasa muda bahkan remaja belia memiliki risiko yang sama terserang kanker rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks.

Posted in Gejala Kanker Mulut Rahim | Tagged , , , , | Leave a comment